Paradigma Lingkungan

Lihatlah segala sesuatu itu seakan tanpa bentuk. Kemudian lihatlah bentuknya. Dintara semua pilihan bentuk, kenapa sesuatu itu berbentuk seperti bentuk yang terlihat. Dan kenapa segala sesuatu harus terikat dengan bentuk. Diantara semua pilihan bentuk, keinginan terdalam manusia akan menjatuhkan pilihan pada bentuk yang dalam persepsinya adalah bentuk yang paling baik. Intinya, kita manusia terikat pada sesuatu yang telah ada sebelum maupun sesudahnya dan menjadi bagian dari beragam pilihan bagi kita. keragaman lahir hanya karena persepsi yang tak serupa. persepsi yang tak serupa adalah bias dari pengaruh eksogen dan indogen manusia.

Petama, pengaruh eksogen ialah pengartuh luar seperti pendidikan dari lingkungan dan responnya berupa imitasi dan tradisi yang mengikat.

Kedua, pengaruh indogen ialah pengaruh dalam diri seperti proses berpikir dan rasa yang juga merupakan akumulasi dan verifikasi dari pengaruh eksogen.

Dari pemaparan di atas, kita dapat menyadari bahwa manusia adalah subjek sekaligus objek dari alam semesta. Begitupun sebaliknya alam  bagi manusia adalah objek sekaligus subjek. Dikatakan subjek karena memiliki potensi mempengaruhi, dan dikatakan objek karena memiliki potensi untuk dipengaruhi.

Dari semua pilihan yang terhampar di atas wajah bumi manusia akan memilih pilihan yang terbaik dan mempelajarinya dan untuk kemudian dipergunakannya sesuai dengan persepsinya.

Hari ini, banyak pengrusakan dan eksploitasi berlebihan terhadap alam oleh manusia. dan jika dikaitkan dengan pemaparan di atas maka permasalahan mendasarnya adalah persepsinya terhadap lingkungan yang cenderung menjadikan alam sebagai objek pemenuhan keinginan yang tidak terbatas.

Tindakan dini yang dapat diambil ialah, melakukan proses penyeragaman persepsi terhadap alam kepada manusia yang masih berada pada fase pembelajaran, karena manusia dapat dipengaruhi secara eksogen oleh lingkungannya dan orang-orang yang ada di sekitarnya yang kemudian dalam aktivitasnya dalam mempengaruhi perubahan terhadap alam adalah hasil dari pengaruh indogennya, yaitu proses verifikasi pilihan terhadap sikap dan prilaku yang akan diambil untuk menjamah alam secara baik. Sehingga alam tidak lagi diperkosa secara membabi buta oleh manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s